Jumat, 18 Oktober 2013
Tak Berdaya
Minggu, 29 September 2013
Kalau Tidak Terima Temuai Saja saya
Kamis, 31 Desember 2009
Pemimpin
Kepemimpinan
Segala puji bagi Allah, yang telah mencurahkan kenikmatan dan karunia-Nya yang tak terhingga dan tak pernah putus sepanjang zaman kepada makhluk-Nya. Baik yang berupa kesehatan, kesempatan sehingga pada hari ini kita dapat menunaikan kewajiban shalat jum’at dengan tanpa ada aral yang melintang
Semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada nabi Muhammad SAW, keluarganya, para sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman.
Pada kesempatan khutbah jum’at ini khatib pesankan kepada diri khotib sendiri dan kepada jamaah, agar kita selalu meningkatkan mutu iman dan taqwa kita, karena iman dan taqwa adalah sebaik-baik bekal untuk menuju kehidupan di akhirat kelak.
Jamaah Jum’ah Rahimakumullah…
Pada kesempatan khutbah ini kami akan menyampaikan khutbah tentang 3 contoh kepemimpinan . Kita semua ini
adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawabannya ”Kulukum ro’in wakulukum masulun ’an ro’iatihi”
1. Kepemimpinan yang baik
Kepemimpina yang baik dicontohkan oleh Nabi Ibrahim a s dan Nabi Ismail a s yang dimuat di kisah al anbiya, hadis bukhori Muslim dan Kitab Riyadhus Shalikhin juz 2. Nabi Ismail beristrikan dengan wanita suku jurhum pada waktu itu ibunya nabi Ismail yaitu (Ibu Hajar) telah wafat. Pada suatu ketika Nabi Ibrahim berkunjung ke tempat nabi Ismail tetapi yang ada hanya Istrinya. Lalu nabi Ibrahim bertanya dimana nabi Ismail dijawab isteri nabi Ismail keluar mencari rejeki lantas nabi Ibrahim bertanya tentang keadaannya di jelaskan oleh istri nabi Ismail bahwa kami sulit, kesulitan, sempit dan sengsara. Sampaikan salamku pada Ismail dan suruh dia mengganti palang pintu rumah ini. Setelah nabi Ibrahim berpamitan lantas datanglah Ismail oleh istrinya diceritakannyalah peristiwa tersebut yang isinya supaya mengganti palang pintu dan ditanggapi Ismail palang pintu itu adalah kamu maka saya disuruh menceraikan kamu. Kemudian Nabi Ismail beristri dengan wanita lain dan suatu ketika nabi Ibrahim datang dan Ismail tidak ada. Lantas nabi Ibrahim menanyakan tentang keadaanya dijawab keadaannya lapang, gembira dan longgar makannya daging dan air. Nabi Ibrahim pesan salam agar Ismail menguatkan palang pintu. Lantas peristiwa itu diceritakan ke Ismail oleh istrinya dan dijawab oleh Ismail palang pintu itu ya kamu akhirnya perkawinannya diteruskan.
Pelajaran tentang kepemimpinan nabi ibrahim berani memutuskan perkara yang sedang berlangsung padahal memutuskan suami istri itu berbuatan yang dibenci Allah tetapi dicintai iblis. Tetapi nabi Ibrahim sebagai pemimpin memutuskan itu. Ternyata ini adalah sangat penting. Kufur nikmat dampaknya bukan hanya terhadap diri sendiri tetapi berdampak terhadap keberkahan lingkungan dan keturunan. Ketika ganti dengan istri yang syukur nikmat keberkahannya luar biasa 5000 an tahun masih berkah. Belum ketika yang syukur nikmat ini nabi Ismail dan suku jurhum turunlah bangsa arab dan lahirlah nabi Muhammad SAW dengan qodarullah rahmatan lil alamin.
Ini adalah hasil keputusan Nabi Ibrahim yang ketika perkawinan sedang berjalan di cut ganti yang terbaik pemimpin yang tepat dalam perkara walau sangat terlarang bila bahayanya lebih besar harus diganti tepat pada waktunya. Hasilnya luar biasa. Ini suatu keberanian dan Ini tidak mudah.
2. Sejarah Kepemimpinan yang buruk. Siapa pemimpin yang paling buruk dalam sejarah yaitu Fir’aun yang mengaku sebagai Tuhan. Bahkan bayi laki-laki yang lahir di bunuh dan kejahatannya luar biasa. Ini dipaksakan oleh Fir’aun yang jahat sehingga fir’aun dan kawannya ditenggelamkan oleh Allah SWT.
Kepemimpinan raja Kubas parsi sekarang iran
Ada nabi palsu namanya Masdak hidup pada zaman kerajaan Majusi yang mengenal dua Tuhan yaitu Tuhan Terang dan tuhan Gelap mencanangkan bahwa harta dan wanita ibarat air dan rumput siapa saja boleh ambil dan memakai sehingga terjadilah perzinahan dan pencurian dimana-mana. Pemuda-pemuda, masyarakat elit bahkan rajanya ikut. Puncaknya kejahatan akhirnya permaisuri raja kubas di tawar dizinai nabi palsu itu. Putra mahkotanya tidak terima akhirnya terjadi debat yang kalah nabi palsu masdak akhirnya nabi palsu masdak dan pengikutnya dipenggal habis barulah aman baru selesai. Ini kepemimpinan yang jelek dampaknya. Ini terlambat tidak tepat waktunya dan sudah mendarah daging walupun bisa diselesaikan oleh abu sirwan putra mahkotanya. Ratusan tahun kemudian, setelah bangsa Parsi masuk Islam yaitu zaman Umar Bin Khattab begitu masuk Islam untuk tujuan meningkatkan iman perlu kawin kontrak. Walau sudah berganti aqidah dari majusi menjadi Islam
tetap masih begitu sampai 1500 th an masih diteruskan. Ini dampak dari kepemimpinan yang buruk / tidak tegas.
3. Perimbangan dari kedua kepemimpinan
Diriwayatkan oleh Imam Bukhori Suatu ketika kamii duduk-duduk di masjid, datanglah laki-laki badui kencing di masjid para sahabat mau meng cut/ mengeroyok, nabii Muhammad SAW bersabda, biarkan dia kencing sampai selesai. Lalu badui tersebut dipanggil dan dijelaskan oleh nabi sesungguhnya masjid-masjid ini tidak layak untuk kencing tetapi masjid-masjid ini hanyalah untuk zikir, shalat dan untuk membaca Al Qur’an atau yang disabdakan oleh rasulullah. Lantas nabi menyuruh ke seseorang untuk membawa air di ember dan menyiramkan ke bekas kencing badui tersebut. Ini kepemimpinan yang baik. Menghadapi kencing ini bila salah dalam memutuskan perkara dan mengeroyok serta menghina badui. Ia (badui) akan kencing kemana-mana, ngomel-ngomel, mencaci dll. Auratnya kelihatan pakaiannya terkena kencing susah ngebersihkannya padahal air sulit didapat. Madharatnya lebih banyak.
Dari tiga contoh kepemimpinan ini ada pelajaran yang sangat berharga, betapa pentingnya pemimpin itu dalam memutuskan perkara dengan tepat diperhitungkan manfaat dan madharatnya dan dipertimbangkan secara syar’i bukan dengan emosi. Keputusan harus tegas tidak boleh ela elu. Tepat dalam keputusan berkahnya ribuan tahun. Salah, terlambat dan tidak tepat dalam memutuskan perkara dampak buruknya sepanjang zaman. (hht)
Sabtu, 07 November 2009
iduladha
KHUTBAH IDUL ADHA 1430 H
OLEH DRS. MUHAMMAD JOKO WINARTO
IDUL ADHA MEMBUNUH EGOISME KITA
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd
Jamaah Shalat Idul Adha Rahimakumullah.
Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT yang dengan taufiq, hidayah dan inayah-Nya, kita dapat merayakan Idul Adha dengan tenang, khidmat dan dapat melaksanakan shalat Id dengan khusu’ tadlarru’ dalam naungan keridhoan Allah SWT.
Hari ini kita berkumpul di tempat yang mulia ini yaitu untuk merayakan suatu hari penting dalam setiap tahun. Pada hari ini juga, jutaan manusia, dengan kesadaran keagamaan yang tulus, kembali mengenang peristiwa keagamaan yang sangat bernilai itu. Jutaan manusia dari berbagai etnik, suku, dan bangsa di seluruh penjuru dunia, mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil sebagai rasa syukur dan sikap kehambaan mereka kepada Allah SWT. Sementara jutaan yang lain sedang membentuk lautan manusia di tanah suci Makkah, menjadi pemandangan yang menakjubkan yang menggambarkan keberadaan manusia di hadapan kebesaran Allah Subhanahu Wata’ala yang Maha agung. Mereka serempak menyatakan kesediaannya untuk memenuhi panggilan Allah, “Labbaik, labbaika lasyarikalaka labbaik. Innal hamda wani’mata laka wal mulk la syarikalak.”
Jamaah Shalat Idul Adha Rahimakumullah
Idul Adha dikenal juga dengan Idul Qurban, karena sejak fajar menyingsing di pagi hari ini, sampai terbenam matahari pada tanggal 13 Dzulhijjah nanti atau yang disebut hari Tasyriq, selama empat hari berturut-turut kita telah berada dalam suasana Idul Adha. Suatu hari penting dan terbesar dalam Islam.
Hari raya Idul Adha yang kita rayakan setiap tahun telah memberikan kesan dan pelajaran yang dalam untuk kita semua, khususnya dalam mengenang tokoh-tokoh yang terkait dengan peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim a.s. Siti Hajar dan Ismail a.s. Mereka adalah suri tauladan abadi.
Pengorbanan yang besar yang telah diberikan oleh Nabi Ibrahim a.s. itu oleh agama Islam telah dianjurkan untuk dilaksanakan pula oleh kaum muslimin, sebagai tanda keikhlasan dan kesediaannya untuk memberikan pengorbanan dan pengabdiannya kepada Allah SWT dengan menyembelih hewan yang layak dikurbankan, seperti unta, sapi dan kambing yang dagingnya sudah barang tentu yang utama ialah membaginya menjadi tiga bagian yakni sepertiga untuk dimakan oleh yang berqurban beserta keluarganya (QS Al Hajj ayat 28), sepertiga untuk tetangga sekitarnya dan yang sepertiga untuk fakir miskin. Dan yang lebih utama adalah menyedekahkan seluruh daging kurbannya dengan sarat ia harus mengambilnya meskipun sedikit demi mengikuti sunnah. Sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.
Penyembelihan hewan yang lazimnya disebut kurban itu merupakan pengabdian kita kepada Allah SWT. Karena Allah SWT tidak menerima daging dari hewan-hewan yang kita potong itu, kecuali hanya niat amal kita yang ikhlas saja yang diterima oleh Allah.
Sebagaimana firmannya dalam Quran
Artinya:
Daging-daging yang menjadi qurban dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridhoan Allah Subhanahu Wata’ala, tetapi ketaqwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.
Dari ayat tersebut, kita memperoleh pelajaran bahwa hewan-hewan qurban yang kita potong itu, baik unta, sapi maupun kambing, maka bukan daging-daging dan darah-darah dari hewan-hewan itu yang diterima Allah SWT, melainkan ketaatan kita yang ikhlas dan pengabdian kita yang sungguh-sungguh itulah yang diterima oleh Allah SWT dan dibalas dengan pahala yang setimpal. Maka pengorbanan dan pengabdian itulah suatu didikan Islam kepada umat islam untuk memperkuat jiwa sosial dan dermawan, untuk melatih dan membiasakan umat Islam mengorbankan segala sesuatu yang dimilikinya bagi keselamatan dan kebahagiaan umat bersama, serta bagi kemajuan masyarakat, bangsa negaranya serta kejayaan Islam.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd
Jamaah shalat Idul Adha Rahimakumullah
Berqurban, apabila dilihat dari segi memperoleh keridhoan Allah, maka sungguh berqurban itu sangat luar biasa pahalanya, sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya
Artinya;
Berkurban itu untuk yang melaksanakannya, dibalas Allah dengan pahala tiap-tiap satu helai rambut, satu kebajikan (HR Ibnu Majah)
Saudara-saudara kaum muslimin wal muslimat, alangkah besar pahala berkurban . Maka kesempatan ini hendaknya tidak disia-siakan . Hidup pasti mati, harta kekayaan akan kita tinggalkan seluruhnya, kecuali amal jugalah yang dapat kita tenteng atau kita bawa kelak.
Dalam hal kurban ini, Abu Hurairah meriwayatkan :
“Barang siapa yang memiliki kelapangan tetapi ia tidak berkurban, maka jangan sekali-kali ia mendekati tempat shalat kami” (HR Hakim dari Abu Hurairah)
Kita sebagai muslim dituntut oleh Allah SWT untuk memberikan pengabdian kita sebanyak-banyaknya agar kita memperoleh kebahagian dunia dan akhirat. Karena itu, tugas kita mencontoh dan mengambil teladan dari derap dan langkah serta sikap Nabi Ibrahim dalam mewujudkan dan mempertahankan keyakinan kepada Allah SWT.
Artinya, apa yang diperbuat oleh Nabi Ibrahim a.s. jelas mengisyaratkan agar anak cucu mereka, agar generasi sesudahnya menerima dan menegakkan Islam secara kafah atau utuh serta konsisten atau istiqomah dalam merealisasikan atau mewujudkan cita-cita kesejahteraan. Ketulusan dalam menerima dan menegakkan Islam serta konsistensi atau istiqomah pada cita-cita luhur adalah jaminan untuk memperoleh kesejahteraan hidup. Sebaliknya ketidak patuhan dan inkonsistensi atau tidak istiqomah kepada islam dapat menjerumuskan kehidupan kaum muslimin ke lembah yang penuh nestapa dan akan menjerembabkan manusia ke jurang kesengsaraan yang berkepanjangan.
Jamaah Idul Adha Rahimakumullah
Umat islam yang mampu, (ukuran mampu menurut Imam Syafii adalah apabila seseorang mempunyai kelebihan uang dari kebutuhannya dan kebutuhan orang yang menjadi tanggungannya, senilai hewan qurban pada hari raya Idul Adha dan tiga hari tasyriq). hukumnya wajib bagi orang yang mampu sesuai dengan
Ibadah qurban merupakan upaya menghidupkan sunah para nabi Allah SWT dengan menyembelih sesuatu dari pemberian Allah Subhanahu Wata’ala kepada manusia sebagai ungkapan rasa syukur. Kemurnian keataatan dengan mengerjakan seluruh perintah Allah adalah bukti syukur tertinggi.
Diantara hikmah berkurban adalah mendekatkan diri atau taqarrab kepada Allah SWT atas segala kenikmatan-Nya. Kenikmatan itu jumlahnya banyak. Sehingga tak seorangpun dapat menghitungnya, Wain taudu nikmatallahi latuhsuha. (QS Ibrahim ayat 34).
Hikmah secara tersirat dan tegas tentang kurban ini, telah diungkapkan dalam Al Qur’an “..Maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang minta. Demikianlah kami telah menundukkkan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur. QS Al Haj (22) : 36)
Hikmah berikutnya adalah menghidupkan makna takbir di Hari raya Idul Adha dari tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah, yakni hari Nasar (penyembelihan) dan hari-hari tasyrik. Dengan setulusnya kita bersaksi bahwa hanya Allah-lah yang Maha besar, Maha Esa, Maha perkasa dan sifat kesempurnaan lainnya.
Kebahagiaan akan tercapai bila manusia menyadari fungsi keberadaannya di dunia ini hanyalah untuk menjadi hamba dan abdi Allah SWT, bukan abdi dunia, ataupun abdi setan. Wama khalaqtul jinna wal insa illa liyakbudun (QS Adzariyat ayat 56).
Disamping itu semua, Hari Raya Kurban merupakan ibadah sosial kemasyarakatan yang sangat dalam, itu terlihat ketika pemotongan hewan yang akan dikurbankan, para mustahiq yang akan menerima daging-daging kurban itu berkumpul. Mereka satu sama lainnya meluapkan rasa gembira dan sukacita. Yang kaya, yang miskin saling berpadu, berinteraksi sesamanya. Luapan kegembiraan dihari qurban, terutama bagi yang miskin dan fakir, lebih-lebih dalam situasi krisis ekonomi sekarang ini, sangat tinggi nilainya, ketika mereka menerima daging hewan kurban tersebut.
Ibadah qurban menegaskan Islam adalah agama yang berdimensi atau berukuran sosial, karena itu, orang islam yang tidak mampu mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan, dianggap sebagai pendusta agama (QS Al Maun,ayat 1-3) Ara aitalladzi yukadzibubiddin, fadzalikal ladzi yadu’ul yatim, wala yahudzu ‘ala thaamil miskin
Rasulullah SAW 14 abad lebih yang lalu telah memberikan suatu isyarat yang akan menimpa sebuah bangsa yang tidak istiqomah dalam menjalani tata aturan agama, mereka akan dilanda berbagai kesengsaraan yang berkepanjangan. Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Thabrani mengungkapkan bahwa: “ apabila akhir zaman semakin dekat maka banyak orang yang berpakaian jubah, dominasi perdagangan, harta kekayaan melimpah, para pemilik modal diagungkan, kemesuman merajalela, kanak-kanak dijadikan pemimpin, dominasi perempuan, kedholiman penguasa, manipulasi takaran dan timbangan, orang lebih suka memelihara piaraannya daripada anaknya sendiri, tidak menghormati yang lebih tua, tidak menyayangi yang kecil, merebaknya anak-anak zina , sampai-sampai orang bisa menggauli perempuan /ngesek di tengah jalan, maka orang yang paling baik di zaman itu hanya bisa mengatakan: tolonglah kalian menyingkir dari jalan, mereka berpakaian kulit domba tetapi berhati serigala, orang paling ideal di zaman itu adalah para penjilat.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd
Jamaah shalat Idul Adha Rahimakumullah
Kekhawatiran Rasulullah SAW tersebut ternyata telah bermunculan di tengah-tengah bangsa yang sedang sengsara ini. Kita dapat menyaksikan manusia-manusia yang perlente seolah orang baik, cendekiawan, dermawan, bahkan berbaju ulama atau kiayi tetapi kelakuan mereka sesungguhnya adalah kelakuan penipu dan perusak. Bahkan dengan baju tersebut mereka mengatakan bahwa semua agama itu sama dan bahkan orang-orang yang memiliki pemahaman semacam itu malah dianggap cerdas secara spiritual. Padahal itu sama halnya menyalahkan Allah SWT. Na’udzubillahi min dzalik.
Jamaah shalat Idul Adha Rahimakumullah
Dulu, kita merasakan suatu pandangan yang mirip di tengah masyarakat bahwa berhubungan sexual di luar nikah adalah sesuatu yang sangat aib dan merupakan dosa besar yang benar-benar harus dijauhi, sehingga apabila ada yang melakukan akan mendapat sangsi social berupa penyingkiran dari pergaulan social, dimusuhi, tidak mendapatkan hak-haknya sebagai warga supaya ia merasakan sebagai pihak yang terhukum dan juga sebagai pelajaran bagi yang lain. Namun kini ngesek / zina dianggap sebagai salah satu
Di negeri ini, gempa, tsunami, banjir, angin topan, longsor, gunung meletus yang telah banyak menelan korban jiwa, Lumpur lapindo, krisis yang berkepanjangan, kemelaratan, kemiskinan tak teratasi sementara harga – harga barang terus meroket. Ini semua bukan hanya musibah tapi adzab dari Allah SWT. Tanya kenapa, lupa kepada Allah SWT, menyimpang dari jalan Allah SWT. Kita dulu dikenal dengan masyarakat yang beradab sekarang berbalik menjadi masyarakat yang biadab, kemaksiatan, penipuan, korupsi, suap menyuap, pencurian, perampokan, pelacuran, rentenir, riba, pembunuhan dll. bahkan merebak klenik versi barat dan timur, perdukunan, aji penglarisan, aji pengasihan, jimat-jimat, jampe-jampe lengkap dengan segala khurafatnya yang digandrunginya.
Tanya kenapa? Adzab terus berdatangan di Negara kita ? jawabannya lupa kepada Allah SWT, tidak yakin kepada Allah SWT, menyimpang dari jalan Allah SWT yang disuburkan malah kemusyrikannya. Na’udzubilahi min dzalik.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd
Jamaah shalat Idul Adha Rahimakumullah
Oleh karena itu supaya Negara ini bisa pulih kembali bangsa ini harus meneladani derap dan langkah serta sikap nabi Ibrahim dalam mewujudkan dan mempertahankan keyakinannya kepada Allah SWT tersebut. Jangan sampai kita berlarut-larut dalam mendapatkan adzab dari Allah SWT. Dan marilah kita menjadikan idul adha sebagai momen untuk menyembelih egoisme kita dan berkurban dalam kehidupan sosial untuk tercapainya kehidupan yang sejahtera . alangkah naifnya kita jika idul adha itu hanya dimaknai sekedar memotong hewan kurban dan setelah itu selesai begitu saja.
Rabu, 21 Oktober 2009
Sambutan
Sambutan/pelantikan kepala Sekolah SD Islam As-Syafi’iyah Jln. Raya Jatiwaringin No 08 Pondokgede Telp. 021 8463762 / Drs. Joko Winarto, 17 Oktober 2009
Asssalamu’alaikum…
Alhamdulillah-alhamdulillahi rabbil ‘alamin…..
Yang kami hormati Kepala UPTD kec. Pondokgede Bp Drs. HB Sumijo, MM
Yang kami hormati Pimp. YPIA Bp H. Ainul Yakin AS
Yang kami hormati
Yang kami hormati Kons. YPIA Bp H. Naimuddin Aziz, SH
Yang kami hormati para kepala lembaga beserta wakilnya di lingkungan YPIA
Yang kami hormati ketua komite beserta staff
Yang kami hormati para guru dan kary. SD Islam As-Syafi’iyah 02
Bapak-bapak dan ibu-ibu serta tamu undangan yang berbahagia
Kami sangat berbahagia dapat bermuajahan terhadap para bapak dan ibu semuanya, dalam sambutan ini karena yang hadir berasal dari berbagai unsure, maka masing masing akan mendapat bagian:
1. Kepada Yayasan Perguruan Islam as-Syafi’iyah
Kami mengucapkan terimakasih atas kepercayaannya untuk menjabat sebagai kepala sekolah di SD Islam As-Syafi’iyah 02 Jatiwaringin. Kami mohon motivasi, dukungan baik moril maupun materiil serta do’anya. Apabila ada suatu hal guna kemajuan dan kesejahteraan mohon dimuluskan alias tidak dicorat coret. Kami ini orang susah mohon diberi kebahagiaan. Tgl 15 Oktober saya cek berat badan, tensi dan rambut di uks, Karena tugas dan tanggungjawab yang berat, teman sudah ada yang menghawatirkan timbangan saya turun, tensi naik dan bertambah ubannya bukan penghasilannya.
2. Kepada para guru dan karyawan SDIA 02
Menjadi kepala sekolah bukanlah kemauan saya, ini adalah tugas dan tanggungjawab. Oleh karena itu, marilah bersinergi dan bekerjasama dengan baik. . Kami tidak akan berarti apa-apa tanpa dukungan dari para bapak dan ibu semuanya.
Semoga yang akan kita kerjakan akan membawa kebaikan buat kita semua dan guna kemajuan lembaga SDIA 02 ini.
Berbicara masalah bekerja tidak perlu disiplin, yang diperlukan adalah tepat waktu, waktunya masuk, masuk waktunya mengajar, mengajar waktunya istirahat, istirahat, waktunya shalat, shalat waktunya, senam, senam, waktunya upacara, upacara, waktunya rapat, rapat, waktunya eskul eskul dan lain sebagainya.
Apabila ada suatu persoalan dalam pekerjaan mohon bisa dikomonikasikan, bisa dibicarakan di depan mata supaya bisa dimusyawarahkan bukan di belakang mata alias berbicara dibelakang atau nggerundel. Dan juga mohon bekerja sesuai dengan tupoksi, dengan demikian akan berdampak positif terhadap lembaga ini. Jangan sampai ada dusta diantara kita. Marilah kita saling hormat menghormati, saling sayang menyayangi saling asah, saling asih dan saling asuh jangan sampai saling gasak, saling gesek dan saling gosok.
3. Kepada Ka UPTD Kec. PD Gede
Kami berasal dari luar negeri orang bilang warna Negara kelas dua, Oleh karena itu mohon bimbingan, dukungan dan motivasinya dan apabila ada sesuatu yang berkaitan dengan kedinasan, kami mohon di jawil agar bisa mengikuti perkembangan dan tidak ketinggalan.
4, Kepada Komite Sekolah
Kami mohon kepada komite dapat memberikan input-input dan memberikan solusinya guna kemajuan SDIA 02. Posisi kami adalah posisi yang serba susah, posisi yang serba mendapat tekanan, dari batas menekan, dari bawah menekan “pendenglah awak” untuk mengurangi tekanan, apabila ada sumbatan-sumbatan mohon dapat dilancarkan.
5. Kepada kesek di lingkungan lembaga As-syafi’iyah
Kami mohon ada jalinan kepala sekolah dilingkungan lembaga as-syafi’iyah guna saling tukar kaweruh atau pengalaman dalam menjalankan roda lembaga dan menyolusi hal-hal yang perlu disolusi. Dengan demikian wawasan antar lembaga akan bertambah dan berdampak positif untuk as-Syafi’iyah ke depan.
6. Kepada Mantan kasek SDIA 02/ Bu Atin M. Murlim,BA
Kami sangat menghormati ibu, ibu adalah senior saya, bimbingan, motivasi dan dukungannya sangat kami harapkan dan kami mohon agar jalinan selama ini tetap dapat berlangsung dengan baik. ( Drs. Joko Winarto)
Senin, 06 Juli 2009
PROFESI
Apakah Anda guru?
Apakah Anda cinta ?
Apakah Anda menyesal menjadi guru?
Apabila waktu yang telah berlalu ini bisa diputar kembali, apakah Anda masih akan memilih profesi sebagai guru?
Banyak orang menyangsikan kehidupanya? Sering kita dengar bahwa seorang murid dapat menjadi ini dan itu misalnya menjadi direktur sebuah perusahaan besar, sedangkan guru akan tetap pada profesi dan kehidupannya yang weleh-weleh biasa-biasa saja. Karena hal inilah akhirnya seseorang berganti haluan dan melepaskan cita-citanya menjadi guru. Itulah seilat pitik gambaran kehidupan yang sering kita saksikan.
Apabila Anda pernah menyangsikan tentang profesi guru adalah profesi yang tepat untuk Anda maka ayo coba direnungi dan pikirkan kembali alasan Anda untuk memilih menjadi menjadi guru pertama kali. Jika Anda adalah seseorang yang senang mempelajari hal-hal baru dan senang membantu orang lain dengan mengajarkan hal-hal baru kepada mereka, berarti karier sebagai seorang guru adalah karier yang tepat untuk anda.
Jika kita pertimbangkan, menjadi guru sangatlah menyenagkan. Bayangkan anda menjadi seseorang yang memegang kendali dalam kelas, dapat berkomunikasi dengan orang tua murid, menghabiskan waktu seharian dengan anak-anak, dan berbagai kegiatan lain yang telah dilalui, Rasanya sangat berfariasi hidup ini. Tidakkah anda senang apabila mengetahui bahwa salah satu dari murid dulu telah menjadi seseorang yang sukses dalam profesi yang ditekuninya?
Saya menyaksikan bahwa menjadi guru merupakan suatu tantangan tersendiri, Guru harus berusaha membuat anak didiknya mengerti akan apa yang diajarkan. Menurut saya, mengetahui bahwa seseorang yang pernah kita ajari telah menjadi seseorang yang berhasil merupakan hadiah yang luar biasa dan tidak terhingga nilainya, Rasanya tidak sia-sia apabila Anda dulu dengan bersusah payah membimbingnya.
Jadi jika seseorang mengatakan apakah Anda yakin dengan pilihan hidup menjadi seorang guru? Kini Anda dapat menjawabnya dengan percaya diri dan dari hati nurani yang paling dalam bahwa guru memang profesi yang tepat untuk anda. Tekankan pada diri sendiri bahwa Andalah pemegang kendali hidup dan dengan menjadi seorang guru, hidup Anda menjadi lebih berwarna. Selamat menjadi guru yang PD. From berbagai sumber.


