Sabtu, 11 Januari 2014
SD Islam As-Syafi'iyah 02 Jatiwaringin
Tiga Juta Duaratus Lima Puluh Ribu Seratus Lima Puluh Kebajikan.
RESIKO KUFUR NIKMAT
Kaum Nabi Nuh (3993-3043 SM) disapu banjir super dahsyat. “Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan menurunkan air yang tercurah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka bertemulah air-air itu untuk suatu urusan yang sungguh telah ditetapkan. Dan Kami angkut Nuh ke atas bahtera yang terbuat dari papan dan paku.” (QS Al-Qamar: 11-13).
Sejarawan memang berbeda pendapat, apakah bencana besar itu melanda seluruh dunia atau hanya terjadi pada wilayah tempat Nabi Nuh diutus. Yang jelas, semua sepakat bahwa banjir mengerikan itu datang akibat kaum Nabi Nuh selalu ingkar kepada Allah. Betapa tidak, lebih kurang 950 tahun Nabi Nuh berdakwah, tetapi pengikutnya hanya tujuh puluh orang dan delapan anggota keluarganya.
Tidak kalah tenar tentu kisah Fir’aun. Fir’aun adalah gelar untuk raja-raja Mesir purbakala. Menurut Al-Qur’an, terdapat dua gelar bagi raja Mesir kala itu: Fir’aun dan Malik. Fir’aun adalah gelar untuk raja Mesir zaman Nabi Musa (1527-1407 SM), sementara Malik adalah gelar raja Mesir zaman Nabi Yusuf (1745-1635 SM). Penelitian sejarah membuktikan, Fir’aun yang sangat memusuhi Nabi Musa adalah Minephtah (1232-1224 SM), putra Ramses II. Adapun Ramses II yang memerintah selama 68 tahun pada 1304-1237 SM itu adalah raja yang baik.
Fir’aun Minephtah dianugerahi kekuatan dan kekuasaan luar biasa. Tidak hanya kaya, dia bahkan tidak pernah sakit seumur hidup. Tetapi, jangankan bersyukur, Fir’aun Minephtah malah sangat sombong dan arogan, bahkan mengaku sebagai Tuhan. Tragis, Fir’aun Minephtah dan kroni-kroninya akhirnya dibenamkan Allah di dasar Laut Merah. Setelah ribuan tahun terkubur di laut, muminya ditemukan pada 1898 M oleh Loret di Thebes, di daerah Wadi Al-Muluk (lembah raja-raja). Kini, mumi Fir’aun Minephtah diawetkan di museum Mesir.
Jika mengacu isyarat Al-Qur’an, Allah memang sengaja menyelamatkan jasad Fir’aun Minephtah agar dapat menjadi pelajaran bagi manusia. “Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sungguh kebanyakan manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” (QS Yunus: 92).
Masih banyak kisah-kisah kebinasaan kaum kufur nikmat dan penentang kebenaran yang dituturkan Allah dalam Al-Qur’an. Cukuplah beberapa penggalan kisah di atas sebagai bahan renungan. Sebagai kaum beriman, sepatutnya kita terus memanjatkan doa yang diajarkan Rasulullah, sebagaimana dikutip dalam riwayat Abu Dawud, “Wahai Tuhanku, bantulah aku untuk dapat senantiasa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu.” (Hikmah Republika)
Jumat, 18 Oktober 2013
Tak Berdaya
Minggu, 29 September 2013
Kalau Tidak Terima Temuai Saja saya
Kamis, 31 Desember 2009
Pemimpin
Kepemimpinan
Segala puji bagi Allah, yang telah mencurahkan kenikmatan dan karunia-Nya yang tak terhingga dan tak pernah putus sepanjang zaman kepada makhluk-Nya. Baik yang berupa kesehatan, kesempatan sehingga pada hari ini kita dapat menunaikan kewajiban shalat jum’at dengan tanpa ada aral yang melintang
Semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada nabi Muhammad SAW, keluarganya, para sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman.
Pada kesempatan khutbah jum’at ini khatib pesankan kepada diri khotib sendiri dan kepada jamaah, agar kita selalu meningkatkan mutu iman dan taqwa kita, karena iman dan taqwa adalah sebaik-baik bekal untuk menuju kehidupan di akhirat kelak.
Jamaah Jum’ah Rahimakumullah…
Pada kesempatan khutbah ini kami akan menyampaikan khutbah tentang 3 contoh kepemimpinan . Kita semua ini
adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawabannya ”Kulukum ro’in wakulukum masulun ’an ro’iatihi”
1. Kepemimpinan yang baik
Kepemimpina yang baik dicontohkan oleh Nabi Ibrahim a s dan Nabi Ismail a s yang dimuat di kisah al anbiya, hadis bukhori Muslim dan Kitab Riyadhus Shalikhin juz 2. Nabi Ismail beristrikan dengan wanita suku jurhum pada waktu itu ibunya nabi Ismail yaitu (Ibu Hajar) telah wafat. Pada suatu ketika Nabi Ibrahim berkunjung ke tempat nabi Ismail tetapi yang ada hanya Istrinya. Lalu nabi Ibrahim bertanya dimana nabi Ismail dijawab isteri nabi Ismail keluar mencari rejeki lantas nabi Ibrahim bertanya tentang keadaannya di jelaskan oleh istri nabi Ismail bahwa kami sulit, kesulitan, sempit dan sengsara. Sampaikan salamku pada Ismail dan suruh dia mengganti palang pintu rumah ini. Setelah nabi Ibrahim berpamitan lantas datanglah Ismail oleh istrinya diceritakannyalah peristiwa tersebut yang isinya supaya mengganti palang pintu dan ditanggapi Ismail palang pintu itu adalah kamu maka saya disuruh menceraikan kamu. Kemudian Nabi Ismail beristri dengan wanita lain dan suatu ketika nabi Ibrahim datang dan Ismail tidak ada. Lantas nabi Ibrahim menanyakan tentang keadaanya dijawab keadaannya lapang, gembira dan longgar makannya daging dan air. Nabi Ibrahim pesan salam agar Ismail menguatkan palang pintu. Lantas peristiwa itu diceritakan ke Ismail oleh istrinya dan dijawab oleh Ismail palang pintu itu ya kamu akhirnya perkawinannya diteruskan.
Pelajaran tentang kepemimpinan nabi ibrahim berani memutuskan perkara yang sedang berlangsung padahal memutuskan suami istri itu berbuatan yang dibenci Allah tetapi dicintai iblis. Tetapi nabi Ibrahim sebagai pemimpin memutuskan itu. Ternyata ini adalah sangat penting. Kufur nikmat dampaknya bukan hanya terhadap diri sendiri tetapi berdampak terhadap keberkahan lingkungan dan keturunan. Ketika ganti dengan istri yang syukur nikmat keberkahannya luar biasa 5000 an tahun masih berkah. Belum ketika yang syukur nikmat ini nabi Ismail dan suku jurhum turunlah bangsa arab dan lahirlah nabi Muhammad SAW dengan qodarullah rahmatan lil alamin.
Ini adalah hasil keputusan Nabi Ibrahim yang ketika perkawinan sedang berjalan di cut ganti yang terbaik pemimpin yang tepat dalam perkara walau sangat terlarang bila bahayanya lebih besar harus diganti tepat pada waktunya. Hasilnya luar biasa. Ini suatu keberanian dan Ini tidak mudah.
2. Sejarah Kepemimpinan yang buruk. Siapa pemimpin yang paling buruk dalam sejarah yaitu Fir’aun yang mengaku sebagai Tuhan. Bahkan bayi laki-laki yang lahir di bunuh dan kejahatannya luar biasa. Ini dipaksakan oleh Fir’aun yang jahat sehingga fir’aun dan kawannya ditenggelamkan oleh Allah SWT.
Kepemimpinan raja Kubas parsi sekarang iran
Ada nabi palsu namanya Masdak hidup pada zaman kerajaan Majusi yang mengenal dua Tuhan yaitu Tuhan Terang dan tuhan Gelap mencanangkan bahwa harta dan wanita ibarat air dan rumput siapa saja boleh ambil dan memakai sehingga terjadilah perzinahan dan pencurian dimana-mana. Pemuda-pemuda, masyarakat elit bahkan rajanya ikut. Puncaknya kejahatan akhirnya permaisuri raja kubas di tawar dizinai nabi palsu itu. Putra mahkotanya tidak terima akhirnya terjadi debat yang kalah nabi palsu masdak akhirnya nabi palsu masdak dan pengikutnya dipenggal habis barulah aman baru selesai. Ini kepemimpinan yang jelek dampaknya. Ini terlambat tidak tepat waktunya dan sudah mendarah daging walupun bisa diselesaikan oleh abu sirwan putra mahkotanya. Ratusan tahun kemudian, setelah bangsa Parsi masuk Islam yaitu zaman Umar Bin Khattab begitu masuk Islam untuk tujuan meningkatkan iman perlu kawin kontrak. Walau sudah berganti aqidah dari majusi menjadi Islam
tetap masih begitu sampai 1500 th an masih diteruskan. Ini dampak dari kepemimpinan yang buruk / tidak tegas.
3. Perimbangan dari kedua kepemimpinan
Diriwayatkan oleh Imam Bukhori Suatu ketika kamii duduk-duduk di masjid, datanglah laki-laki badui kencing di masjid para sahabat mau meng cut/ mengeroyok, nabii Muhammad SAW bersabda, biarkan dia kencing sampai selesai. Lalu badui tersebut dipanggil dan dijelaskan oleh nabi sesungguhnya masjid-masjid ini tidak layak untuk kencing tetapi masjid-masjid ini hanyalah untuk zikir, shalat dan untuk membaca Al Qur’an atau yang disabdakan oleh rasulullah. Lantas nabi menyuruh ke seseorang untuk membawa air di ember dan menyiramkan ke bekas kencing badui tersebut. Ini kepemimpinan yang baik. Menghadapi kencing ini bila salah dalam memutuskan perkara dan mengeroyok serta menghina badui. Ia (badui) akan kencing kemana-mana, ngomel-ngomel, mencaci dll. Auratnya kelihatan pakaiannya terkena kencing susah ngebersihkannya padahal air sulit didapat. Madharatnya lebih banyak.
Dari tiga contoh kepemimpinan ini ada pelajaran yang sangat berharga, betapa pentingnya pemimpin itu dalam memutuskan perkara dengan tepat diperhitungkan manfaat dan madharatnya dan dipertimbangkan secara syar’i bukan dengan emosi. Keputusan harus tegas tidak boleh ela elu. Tepat dalam keputusan berkahnya ribuan tahun. Salah, terlambat dan tidak tepat dalam memutuskan perkara dampak buruknya sepanjang zaman. (hht)


